Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Aryo Hashim Djojohadikusumo kembali diserang melalui pemberitaan tentang video asus*la.
Pada April 2017 silam, di media sosial tersebar setidaknya empat foto yang disebut-sebut adalah Aryo Djojohadikusumo.
Di foto tersebut tampak foto seorang pria tengah bersama dua wanita dalam sebuah ruangan. Mereka tidak berbusana.
Partai Gerindra dan pihak Aryo Hashim Djojohadikusumo telah membantahnya.
Setahun berlalu, kini di dunia maya sedang heboh video syur dengan pemeran pria yang juga disebut-sebut mirip Aryo Djojohadikusumo.
Surya.co.id merangkum dari berbagai sumber tentang fakta-fakta foto dan video asus*la yang dikait-kaitkan dengan Aryo.
1. Meyakini sedang menjadi bidikan
Aryo Hashim Djojohadikusumo disebutkan tetap santai dan tidak panik menyusul munculnya foto syur mirip dirinya di dunia maya bersama dengan beberapa wanita pada 2017.
Keponakan Prabowo Subianto itu juga meyakini dirinya sedang menjadi bidikan beberapa pihak.
"Mungkin iya pastinya sudah tahu seharusnya, tadi malam dia ngomong. Dia pembawaannya tenang. Kalau itu dia, pasti dia sudah panik," tutur adik kandung Aryo sekaligus anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, 22 April 2017 lalu.
"Dia cuma bilang, 'Kayaknya lagi ada isu nih, ada keluar foto-foto saya dari mana'. Saya juga nggak nanggapin banget karena saya pikir kalau ada gitu-gituan, ya sudah. Saya tidak kaget dengan posisi dia pasti akan jadi target," tambah Rahayu.
2. Tak mungkin berbuat asusla
Rahayu juga meyakini foto syur yang beredar bukanlah Aryo sang kakak.
"Saya nggak yakin kalau itu dia," ujar Rahayu.
Rahayu mengatakan keluarga belum mengetahui soal foto mirip Aryo yang beredar itu.
Rahayu juga meyakini kakak kandungnya tidak mungkin melakukan perbuatan tak senonoh tersebut.
"Saya kenal kakak saya. Dia nggak mungkin segeblek itu. Kalau ada yang kayak gitu, bukan dia. Maaf, saya belum bisa bicara terlalu banyak," ucapnya.
3. Partai Gerinda sudah mengonfirmasi
Partai Gerindra juga membantah foto-foto syur di media sosial yang mirip dengan kadernya.
Foto tersebut dikaitkan dengan Anggota Komisi VII DPR dari FraksiPartai Gerindra Aryo Djojohadikusumo.
Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad memastikan foto tersebut bukan Aryo.
Ia telah mengonfirmasi mengenai informasi tersebut kepada Aryo.
"Sudah konfirmasi dan saya pastikan itu bukan yang bersangkutan," kata Dasco.
4. Belum mengambil langkah hukum
Dasco mengaku belum mengambil langkah hukum mengenai foto-foto tersebut.
Ketua MKD DPR saat itu baru mengonfirmasi Aryo untuk mengklarifikasi informasi tersebut.
"Kita akan lihat langkah selanjutnya. Hal pertama yang kita lihat konfirmasi yang bersangkutan dan ini kami sampaikan perkembangan lain nanti kami infokan," kata Dasco.
5. Sebut bermuatan politis
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menyebut munculnya foto syur Aryo Djojohadikusumo bermuatan politis.
Sebab, foto-foto tersebut keluar usai pasangan Anies-Sandiaga memenangi pilkada DKI Jakarta versi hitung cepat.
"Kalau pun misalnya benar, itu tanggung jawab pribadi, bukan partai. Tapi kan bisa juga itu enggak benar. Sebagai serangan. Itu harus dibawa ke laboratorium dulu. Bener enggak? Tanya juga ke ahli IT. Saya sendiri baru melihat sepintas-pintas saja," ujar Arief.
Aryo yang dikenal sebagai keponakan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto itu kata Arief juga langsung membantahnya.
Namun, Arief mengaku partai belum berniat melaporkan foto-foto tersebut kepada polisi.
"Buat apa lapor-lapor polisi. Nanti juga bentar lagi, enggak ada lagi," kata Arief.
6. Video Syur 2 Menit 35 Detik
Kini kembali beredar video syur yang disebut-sebut melibatkan Aryo.
Video itu berdurasi 2 menit 35 detik.
Di dalam video itu, ada seorang pria dan dua wanita yang tidak mengenakan pakaian.
Si pria melakukan adegan syur dengan salah seorang wanita, sementara wanita lainnya diminta merekam.
Video yang beredar itu diberi judul 'Aryodj di apartemen'.
Gerindra kembali tegas membantah pria di video itu Aryo yang juga keponakan Ketum Gerindra Prabowo Subianto.
st
Komentar
Posting Komentar