Entri yang Diunggulkan

Hadiri Acara Takhta Suci Paus Fransiskus, Anies: Vatikan Bukan Sahabat Baru

Gambar
Anies Baswedan semalam menghadiri peringatan 5 tahun Takhta Suci Paus Fransiskus. Begini momen kehadirannya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan semalam menghadiri peringatan 5 tahun Takhta Suci Paus Fransiskus. Peringatan itu berlangsung di Kedutaan Besar Vatikan di Jakarta, Kamis (15/11/2018) malam. Anies lalu bicara soal Vatikan, pusat peradaban umat Katolik dunia. "Takhta Suci Vatikan merupakan salah satu negara Eropa yang cukup awal dalam mengakui kemerdekaan Indonesia. Ditandai dengan pembukaan misi diplomatik Vatikan di Jakarta pada tahun 1947, dan hubungan diplomatik resmi dijalin sejak 25 Mei 1950," kata Anies. "Vatikan bukan sahabat baru bagi Jakarta, kita telah menjalin hubungan baik sejak lama dengan pusat peradaban agama Katolik dunia ini," kata Anies. Di sana, Anies bertemu dengan Dubes Vatikan untuk Indonesia Mgr Piero Pioppo dan Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo. Detik

Hebat, Aksi Mulia Lelaki Ini Selamatkan 2,4 Juta Nyawa



Seorang lelaki bernama James Harrison asal Australia, terbangun dari operasi besar yang dijalaninya pada tahun 1951 silam. Saat itu, Harrison masih berusia 14 tahun dan dokter telah mengangkat salah satu paru-parunya. Selama masa sulitnya ini, Harrison mengetahui bahwa ia masih hidup berkat sejumlah darah transfusi yang diterimanya.

Dari sanalah Harrison berkeinginan untuk rutin mendonorkan darahnya, meskipun ia harus menunggu 4 tahun lagi untuk berusia 18 tahun karena undang-undang Australia sebelumnya mengharuskan pendonor setidaknya berusia 18 tahun. Tapi dia tak melupakan keinginannya dan mendonorkan darahnya secara teratur ke Layanan Darah Palang Merah Australia selama 60 tahun.

Saat Harrison menjadi pendonor, dokter mengatakan bahwa darahnya mungkin akan membantu memecahkan berbagai penyakit mematikan. Dikutip dari Bored Panda, hingga sekitar tahun 1967 di Australia ada ribuan bayi meninggal dunia setiap tahunnya dan dokter tidak tahu apa penyebabnya.

"Ada banyak perempuan yang mengalami keguguran dan kasus bayi yang dilahirkan dengan kerusakan otak. Kita sekarang tahu bahwa penyebab dari hal-hal mengerikan itu adalah penyakit rhesus. Suatu kondisi dimana darah perempuan hamil mulai menyerang sel darah bayi yang dikandungnya sendiri," jelas Jemma Falkenmire dari Layanan Darah Palang Merah Australia.

Para dokter menemukan bahwa Harrison memiliki antibodi langka dalam darahnya dan mereka mengembangkan suntikan yang disebut anti-D. Anti-D yang berisi darah Harrison itulah yang menyelamatkan para ibu dan bayi.

Diperkirakan, ia telah menyelamatkan sekitar 2,4 juta jiwa. Kini lelaki yang dikenal sebagai "The Man with the Golden Arm" ini telah membuat 1.173 donasi plasma darah.

Sumber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Padahal Butuh Payung Hukum, Mahkamah Konstitusi Tolak Legalkan Ojek Online, Ternyata Ini Alasannya

Segini Peluang Menang Jika Gatot jadi Cawapres Prabowo

Yunarto: Quick Count Kalah, Lembaga Survei Disalahin, Real Count Kalah, KPU Disalahin