Entri yang Diunggulkan

Hadiri Acara Takhta Suci Paus Fransiskus, Anies: Vatikan Bukan Sahabat Baru

Gambar
Anies Baswedan semalam menghadiri peringatan 5 tahun Takhta Suci Paus Fransiskus. Begini momen kehadirannya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan semalam menghadiri peringatan 5 tahun Takhta Suci Paus Fransiskus. Peringatan itu berlangsung di Kedutaan Besar Vatikan di Jakarta, Kamis (15/11/2018) malam. Anies lalu bicara soal Vatikan, pusat peradaban umat Katolik dunia. "Takhta Suci Vatikan merupakan salah satu negara Eropa yang cukup awal dalam mengakui kemerdekaan Indonesia. Ditandai dengan pembukaan misi diplomatik Vatikan di Jakarta pada tahun 1947, dan hubungan diplomatik resmi dijalin sejak 25 Mei 1950," kata Anies. "Vatikan bukan sahabat baru bagi Jakarta, kita telah menjalin hubungan baik sejak lama dengan pusat peradaban agama Katolik dunia ini," kata Anies. Di sana, Anies bertemu dengan Dubes Vatikan untuk Indonesia Mgr Piero Pioppo dan Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo. Detik

Pakai Jaket 'I Don't Really Care, Do U?' saat Kunjungi Kamp Imigran, Istri Trump Tuai Kontroversi

Ketika menaiki pesawat Air Force One untuk mengunjungi anak-anak imigran di perbatasan Texas - Meksiko, Istri Donald Trump, Melania Trump, terpantau menggunakan jaket bertuliskan 'I Really Don't Care, Do U?' pada Kamis (21/6/2018).



Dilansir Tribunnews.com dari Vox pada Jumat (22/6/2018), hal ini dianggap sebagai pilihan aneh dan tidak peka.

Baik untuk sifat peristiwa itu dan dalam momen budaya di mana kemarahan publik terhadap kebijakan pemisahan keluarga 'nol toleransi' Trump sangat jelas dan meluas.

Meskipun saat Melania tiba di pangkalan Angkatan Udaran Andrews di Maryland ia mengenakan jaket itu, pada saat pesawat mendarat di McAllen, Texas, ia telah mengganti jaketnya menjadi jaket berwarna krem yang jauh lebih tidak mengundang kontroversi.

Namun, ia terpantau mengganti jaketnya lagi setelah mendarat kembali di Maryland pada sore hari.

Meskipun ada kritik cepat, kali ini fotografer juga diberikan pemandangan penuh tentang pakaian yang menyinggung banyak orang.

Jaket itu memang sangat mencuri perhatian karena frasa yang tampaknya ofensif padahal Melania memiliki kecenderungan untuk mengenakan pakaian karya desainer eksklusif high-end.

Seperti Dolce & Gabbana dan Valentino ketika ia muncul di depan umum.

Ia malah memilih jaket tentara hijau bermerek Zara yang harganya 39 dollar Amerika Serikat atau seharga Rp 549 ribu dan juga kebetulan menjadi pilihan favorit bloger mode muda.

Ini bukan kali pertamanya Melania Trump membuat kontroversi dengan pilihan pakaiannya.

Dia terkenal mengenakan sepatu tumit stiletto saat berpergian, kebetulan, ke Texas sebelumnya untuk survei kerusakan dari Hurricane Harvey.

Sementara pada saat melakukan kunjungan ke anak-anak imigran itu, ia mengenakan sepatu Adidas Stan Smith berwarna putih dengan line warna hijau.

Sementara di Mc Allen, Melania melakukan aktivitas di dua fasilitas yaitu Pusat Pemrosesan Patroli Perbatasan Ursula, di mana Patroli Bea dan Perbatasan menyimpak keluarga imigran selama beberapa hari.

Dan Hunting Anak Harapan Baru, dijalankan oleh Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan yang saat ini menampung sekitar 60 anak usia 5 hingga 17 tahun dari Honduras dan El Salvador.

Enam dari anak-anak itu dipisahkan dari orangtua mereka, sementara sisanya datang sebagai anak-anak di bawah umur, menurut seorang pejabat senior pemerintah.

Juru bicara Trump, Stephanie Grisham berbicara tentang jaket itu.

"Ini hanya jaket, tidak ada pesan tersembunyi. Setelah kunjungan penting ke Tecas, saya harap ini bukan apa yang akan menjadi fokus media,"

Namun, tampaknya ada perbedaan pendapat dari sang Presiden sendiri dan ia ungkapkan di akun Twitter pribadinya pada Jumat (22/6/2018).

"'I REALLY DON'T CARE, DO U?' tertulis di belakang jaket Melania yang menyasar kepada pemberitaan palsu dari media. Melania sudah mengerti betapa tidak jujurnya mereka dan dia sekarang benar-benar tidak peduli," kicau Donald Trump.

Sulit untuk percaya bahwa tidak ada yang terlibat, Melania sendiri, penata rambutnya Hervé Pierre, atau juru bicaranya.

Karena tidak ada yang bisa memperkirakan reaksi terhadap jaket semacam itu.

Namun dalam administrasi yang ditandai dengan kebohongan, tidak mengherankan mendengar bahwa itu berharap orang mengabaikan pernyataan yang benar-benar tertulis di jaket.

Sumber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Padahal Butuh Payung Hukum, Mahkamah Konstitusi Tolak Legalkan Ojek Online, Ternyata Ini Alasannya

Segini Peluang Menang Jika Gatot jadi Cawapres Prabowo

Yunarto: Quick Count Kalah, Lembaga Survei Disalahin, Real Count Kalah, KPU Disalahin