Entri yang Diunggulkan

Hadiri Acara Takhta Suci Paus Fransiskus, Anies: Vatikan Bukan Sahabat Baru

Gambar
Anies Baswedan semalam menghadiri peringatan 5 tahun Takhta Suci Paus Fransiskus. Begini momen kehadirannya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan semalam menghadiri peringatan 5 tahun Takhta Suci Paus Fransiskus. Peringatan itu berlangsung di Kedutaan Besar Vatikan di Jakarta, Kamis (15/11/2018) malam. Anies lalu bicara soal Vatikan, pusat peradaban umat Katolik dunia. "Takhta Suci Vatikan merupakan salah satu negara Eropa yang cukup awal dalam mengakui kemerdekaan Indonesia. Ditandai dengan pembukaan misi diplomatik Vatikan di Jakarta pada tahun 1947, dan hubungan diplomatik resmi dijalin sejak 25 Mei 1950," kata Anies. "Vatikan bukan sahabat baru bagi Jakarta, kita telah menjalin hubungan baik sejak lama dengan pusat peradaban agama Katolik dunia ini," kata Anies. Di sana, Anies bertemu dengan Dubes Vatikan untuk Indonesia Mgr Piero Pioppo dan Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo. Detik

SBY: Apa Harus Rumah Dinas Mantan Wagub Jabar Digeledah Pj Gubernur?

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut ada penggeledahan rumah dinas mantan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat Deddy Mizwar. Penggeledahan itu disebutnya dilakukan Pj Gubernur Komjen M Iriawan.

"Di Jawa Barat, yang baru saja saya dengar, apa harus rumah dinas mantan wakil gubernur apakah harus digeledah oleh pimpinan penjabat gubernur," kata SBY di Hotel Santika, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/6/2018).


Deddy sendiri saat ini menjadi calon Gubernur Jawa Barat yang--salah satunya--diusung oleh Demokrat. SBY juga menyatakan penggeledahan merembet ke tempat cawagub Dedi Mulyadi.

"Kalau tidak salah sekarang merembet ke tempatnya calon wakil gubernur. Mengapa hanya pasangan ini, mengapa pasangan yang lain tidak dilakukan, karena mereka juga anggota legislatif sebelumnya," ucap SBY.

Ia menyatakan hal ini hanya sebagian yang diketahuinya. Dia pun meminta aparat negara bersikap netral dalam pilkada.

"Terlalu banyak, ini hanya sebagian kecil dari apa yang rakyat ketahui, yang pasangan lain ketahui, yang saya mendapatkan laporannya," ujarnya.

"Oleh karena itu, Saudara-saudaraku, demi jujur dan adilnya pilkada serentak, saya mohon dengan segala kerendahan hati, netrallah negara, netrallah pemerintah, netrallah BIN, TNI, dan Polri. Saya juga berharap semua kita berani menolak semua tindak kecurangan, termasuk ketidaknetralan, biarlah rakyat menggunakan haknya, kedaulatannya dan memilih siapa pun yang disukai, yang diyakini bisa memimpin," sambung SBY.
(haf/haf)

det

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Padahal Butuh Payung Hukum, Mahkamah Konstitusi Tolak Legalkan Ojek Online, Ternyata Ini Alasannya

Segini Peluang Menang Jika Gatot jadi Cawapres Prabowo

Yunarto: Quick Count Kalah, Lembaga Survei Disalahin, Real Count Kalah, KPU Disalahin