Maskapai penerbangan Lion Air kembali mendapat masalah dalam pesawat mereka.
Setelah pesawat Lion Air JT-610 jatuh di Tanjung Karawang, lalu sayap pesawat JT-633 yang patah menabrak tiang di Bandara Fatmawato-Soekarno, saat ini ada satu pesawat Wings Air milik perusahaan Lion Air terbang miring.
Kejadian tersebut dialami oleh Chandra Tauphan Ansar, suami dari artis Nina Zatulini.
Dalam unggahan Instagram Story miliknya, Chandra menceritakan pengalamannya yang mendebarkan.
Chandra menceritakan bahwa dirinya akan terbang menuju Pomala, Kolaka, sebuah daerah di Sulawesi Tenggara dengan menggunakan pesawat Lion Air.
Namun setelah 30 menit terbang, pesawat yang dinaikki oleh Chandra berputar balik ke bandara awal karena diduga ada kerusakan pada armada pesawat.
Chandra mengutarakan bahwa pesawat itu terbang dalam kondisi miring padahal cuaca sedang bagus.
"Allahuakbar barusan penerbangan saya menuju daerah pomala kolaka tiba tiba pesawatnya mutar balik padahal sudah 30 menit flight, ternyata pesawatnya rusak, pantes selama perjalanan kenapa goyangnya aneh, pesawatnya miring sebelah padahal cuaca bagus, dear @lionairgroup jangan paksakan berangkat kalo armada nya mengalami kerusakan," tulis Chandra Tauphan Ansar.
Chandra juga mengucapkan terima kasih kepada sang pilot karena sudah mengambil keputusan yang tepat untuk memutar balik karena pesawat tidak mampu lagi untuk terbang dan banyak kejanggalan terjadi sebelum pesawat mendarat dengan selamat.
Chandra mengungkapkan alasan dirinya naik maskapai Lion Air karena penerbangan menuju Pomala hanya dilayani oleh maskapai Wings Air, sebuah maskapai penerbangan pesawat kecil di bawah naungan Lion Air.
"Kenapa naik Lion Air? mau ga au karena cuma ada satu flight ke Pomala dan itu naik Lion Wings," tulisnya dalam sebuah unggahan di Insta Story miliknya.
Penumpang Lion Air Gagal ke Singapura Karena Bawa Benih Lobster, Penerbangan Jadi Terlambat
Seorang penumpang Lion Air JT 162 Jakarta-Singapura, JN (37) gagal terbang akibat membawa benih lobster, Senin (11/6/2018).
"Koper barang bawaan kabin yang bersangkutan di dalamnya telah ditemukan benih lobster dalam cairan yang dibungkus plastik. Temuan tersebut terjadi saat JN melewati jalur pemeriksaan keamanan 2 terminal keberangkatan," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro, dalam keterangan tertulis, Senin (11/6/2018).
Kemudian JN diserahkan ke bagian Bea Cukai untuk penyelidikan lebih lanjut.
Seharusnya, kata dia, cairan yang dibawa dalam bagasi jinjing diletakkan ke dalam wadah yang tidak lebih dari 100 mililiter per item.
Wadah yang digunakan JN adalah kantong plastik transparan dan disegel dengan volume tidak lebih dari 1 liter.
"Untuk barang atau benda yang berupa cairan lainnya harus masuk dalam tas dan dibawa ke bagasi dengan catatan sudah terbungkus rapi dalam kantong plastik transparan," ujarnya.
Penerbangan sempat mengalami keterlambatan.
Pesawat dijadwalkan terbang pukul 13.45, tetapi baru bisa berangkat pukul 14.22 dan mendarat pukul 16.52 waktu Singapura.
Pemeriksaan ulang dilakukan terhadap seluruh barang bawaan dan bagasi penumpang lainnya.
TribunNews
Komentar
Posting Komentar